Site Loader
Rock Street, San Francisco

   Masalah pengangguran dan kemiskinan bukanlah
masalah baru yang dihadapi bangsa Indonesia. Pembangunan ekonomi yang salah
sasaran namun terus dilakukan tanpa menganalisis penyebab kemiskinan dapat menjadikan
pemecahan masalah semakin rumit. Pembangunan ekonomi makro yang dianggap sebagai
jalan keluar menuju kesejahteraan dan kemakmuran bangsa justru mengalami
kebuntuan, terutama dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Indonesia memerlukan
penggerak ekonomi yang berasal dari masyarakat kecil.

UMKM
memiliki fleksibilitas yang tinggi jika dibandingkan dengan usaha yang
berkapasitas lebih besar. UMKM ini perlu perhatian yang khusus dan didukung
oleh informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku
usaha kecil dan menengah dengan elemen daya saing. Sebagian besar masyarakat
beranggapan bahwa UMKM hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja. Padahal
sebenarnya UMKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada
di Indonesia. UMKM dapat menyerap banyak tenaga kerja Indonesia yang masih
menganggur. Saat ini, UMKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah
maupun pendapatan negara Indonesia.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pemberdayaan
UMKM di Indonesia merupakan cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan. UMKM
memiliki landasan hukum yang sah yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008
tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. UMKM merupakan kelompok pelaku
ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup
pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator
pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. Selain menjadi sektor usaha yang
paling besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional, UMKM juga menciptakan
peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat
membantu upaya mengurangi pengangguran.

Berdasarkan
data BPS 2017 tercatat bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2017
sebesar 27,77 juta orang dan jumlah pengangguran sebesar 7,04 juta orang.
Disamping itu, angkatan kerja baru terus bertambah sekitar 3 juta orang setiap
tahun. Oleh karenanya, perlu dikembangkan pembangunan berbasis pada masyarakat,
yang didasarkan

pada konsep kewirausahaan
yaitu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah usaha ekonomi, mendorong
penciptaan lapangan kerja berkualitas terutama di sektor non-pertanian dan
meningkatkan keterkaitan antar sektor. Disamping itu, aktivitas wirausaha
merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian nasonal karena mampu
menyerap tenaga kerja sebesar 131,55 juta pekerja atau sekitar 97 persen dari
jumlah pekerja di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (2017) menyebutkan
bahwa sebagian besar tenaga kerja berada pada usaha mikro yang mencapai 90
persen.

Namun
dari segi rasio antara jumlah pengusaha dengan penduduk, tingkat wirausaha atau
pengusaha di Indonesia tergolong masih rendah bila dibandingkan dengan
negara-negara di kawasan Asia Pacific. Rasio kewirausahaan dibandingkan
penduduk di Indonesia hanya 1:63 sedangkan Filipina 1:66, Jepang 1:25 bahkan
Korea kurang dari 20. Berdasarkan rasio secara internasional, rasio unit usaha
ideal adalah 1:20.

Jumlah
wirausaha di Indonesia saat ini 4,6 juta jiwa atau kurang dari 2% populasi
penduduk Indonesia yang berkisar 200 juta jiwa. Sedangkan salah satu faktor
yang menyebabkan sebuah negara menjadi maju adalah ketika jumlah wirausahawan
(pengusaha) yang terdapat di negara tersebut berjumlah minimal 2% dari populasi
penduduknya. Untuk itu, perlu upaya pemerintah untuk menggairahkan iklim
ekonomi dan usaha sehingga diharapkan tumbuh pengusaha-pengusaha baru serta
memantapkan dan mengembangkan aktivitas usaha bagi para pengusaha atau
wirausahawan yang telah terjun di dunia bisnis dan usaha.

Wirausaha
di Indonesia merupakan pelaku usaha pada sektor usaha mikro, usaha kecil, dan
usaha menengah yang ketiganya merupakan kegiatan yang mampu memperluas lapangan
kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat
berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat,
mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas
nasional.

Menyadari
sektor usaha kecil dan menengah ini sebagai penunjang ekonomi Indonesia, maka
pemerintah mengeluarkan paket-paket kebijakan yang mendorong pertumbuhan sektor
wirausaha. Salah satu kebijakan pemerintah adalah dengan pemberian fasilitas
(insentif) dibidang perpajakan. Hal ini ditujukan agar semakin banyak
masyarakat memulai usahanya tanpa perlu dikhawatirkan dengan kewajiban
pembayaran pajak atas pendapatan dari laba usahanya yang cenderung masih belum
optimal.

 

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Velma!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out